Rabu, 16 Januari 2013

E-book

E-BOOK
1.        Pengenalan E-Book
Saat ini perkembangan teknologi di dunia semakin pesat dari hari ke hari. Hal tersebut tentunya memberikan dampak bagi segala aspek kehidupan masyarakat.
Dalam dunia pendidikan dampak dari perkembangan teknologi dapat terlihat dari perubahan metode dan sarana ajar. Lahirnya teknologi electronic book atau sering disingkat dengan e-book merupakan salah satu contoh perkembangan teknologi yang turut berdampak pada perubahan metode dan sarana ajar.
Berbeda dengan metode dan sarana ajar tradisional yang lebih menitikberatkan pada peranan guru dan buku cetak sebagai penunjang proses belajar. Dewasa ini peranan teknologi lebih mendominasi dalam proses belajar. Peranan e-book sebagai bahan ajar mulai menggantikan peranan buku cetak yang sebelumnya lebih banyak digunakan oleh masyarakat.
Berdasarkan data yang diperoleh melalui http://hurunnada.wordpress.com, dalam 20 tahun terakhir para remaja pembeli buku di seluruh dunia menurun hingga separuhnya. Rata-rata remaja dan masyarakat lebih memilih untuk menghabiskan waktunya untuk membaca e-book atau mencari informasi dari situs-situs yang tersedia di internet dibandingkan membaca buku cetak.
Penggunaan e-book sebagai sarana ajar memang sudah semakin menjamur dikalangan masyarakat. Diana AV dalam tulisannya yang berjudul “Buku Elektronik Akan Kuasai Pasar Buku Cetak Lima Tahun” (http://indonesiabuku.com) mengutip perkataan Presiden Digital Reading Business Division Sony, Steve Haber, yang memperkirakan dalam waktu lima tahun penjualan buku elektronik (e-book) dapat melampaui penjualan buku konvensional. Perkembangan teknologi e-book yang semakin pesat memungkinkan teknologi ini digunakan sebagai sarana alternatif dalam proses pembelajaran.
2.     Pengertian E-book
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai peranan e-book sebagai sarana alternatif dalam proses pembelajaran, kita harus mengenal terlebih dahulu mengenai buku elektronik (e-book).
Menurut www.id.wikipedia.org (2011) buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis.” 
Sedangkan Rattahpinnusa HH dalam tulisannya yang berjudul “Kontroversi Penggunaan E-book Sebagai Bahan Ajar” mengutip pendapat Prita Wulandari (2006) yang menyebutkan bahwa ”e-book merupakan versi elektronik buku tercetak tradisional yang dapat dibaca menggunakan personal komputer atau menggunakan peralatan yang didesain khusus untuk membaca e-book. Peralatan tersebut bisa berupa tablet type, hand held device (PDA) atau eBook reader”.
Berdasarkan kedua definisi di atas maka dapat kita simpulkan bahwa e-book  atau buku elektronik merupakan bentuk lain dari buku cetak yang disimpan dalam bentuk elektronik dan memanfaatkan software komputer (misalnya e-book reader)untuk dapat membaca buku tersebut.
3.     Sejarah dan Perkembangan Teknologi E-book
Sejarah dan perkembangan e-book tidak terlepas dari Proyek Gutenberg yang dirintis oleh Michael Hart pada 1971. E-book yang paling dahulu diimplementasikan adalah suatu prototipe desain yang dirancang dalam Dynabook yang menyisipkan PARC (komputer pribadi yang memiliki tujuan umum untuk dapat menampilkan buku bacaan).
Semenjak saat itu, Proyek Gutenberg terus berkembang dengan cepat. Ribuan sukarelawan terlibat dalam proyek ini. Penggunaan internet yang semakin umum pada tahun 1990an juga membuat perkembangan e-book menjadi semakin mudah dan cepat. Sampai saat ini saja terdapat sekitar 28.000 buku yang disediakan gratis melalui Proyek Gutenberg. Buku-buku itu dapat diunduh oleh pengguna internet secara gratis. Sejumlah buku ternama karangan para sastrawan dunia seperti Frank Kafka, James Joyce, Mark Twain, dan Leo Tolstoy tersedia di situs ini.
Dengan bertambahnya jumlah masyarakat pengguna e-book maka situs-situs yang menawarkan berbagai jenis e-book semakin bertambah. Situs-situs penyedia e-book juga menyediakan berbagai macam buku yang sebelumnya pernah dicetak dalam bentuk kertas. Hal ini tentunya diperbolehkan setelah memperoleh izin atashak cipta dari pengarang/penerbit atau setelah hak cipta buku tersebut menjadi milik publik atau biasa disebut "public domain". Biasanya setelah melewati jangka waktu lima puluh tahun setelah pengarang buku tersebut meninggal dunia. Memang tidak semua situs di internet menyediakan e-book secara gratis. Hal tersebut bergantung dari jenis buku maupun pengarangnya. Apabila buku tersebut berlisensi maka biasanya dikenakan biaya untuk mengunduh e-book tersebut. Meski begitu tidak dapat dipungkiri bahwa cukup banyak pula situs yang menyediakan e-book secara gratis.
Sebagai contoh perpustakaan dunia maya seperti online books library yang menyatakan sanggup menyediakan lebih dari 10.000 buku. Buku-buku karangan Vladimir Nabokov, Henrik Ibsen, Yusuf Qardhawi, Harun Yahya, Sa’di, Tagore, Ibn Al Arabi juga dapat diunduh pengunjung secara gratis. Perpustakaan online lainnya seperti Questia Online Library bahkan mampu menyediakan 70.000 buku dan 2 juta artikel dari sejumlah koran, majalah, dan berbagai jurnal. Terdapat banyak buku-buku bagus di situs ini, mulai novel Ulyses James Joyce, novel Charles Dicken Great Expectation dan sejumlah buku karya penulis terkenal lain seperti karya Sigmund Freud dan Marry Shelley. Amazon.com pun telah meluncurkan Amazon Kindle pada tahun 2009 yangsukses menguasai pasar  perangkat e-book bersama Sony PRS-500. Namun padaMaret 2010, Barnes & Noble Nook dikabarkan mampu menjual perangkat lebih banyak dari Kindle dan pada 27 Januari 2011 Apple Inc. meluncurkan perangkat multi fungsi yang dikenal dengan nama iPad yang sudah mengadakan perjanjian dengan lima dari enam penerbit besar, sehingga kemungkinkan pengguna iPad untuk mengunduh e-book dari penerbit-penerbit itu secara gratis.
4.     Format-format E-book
Ada beberapa format e-book yang banyak dipergunakan, diantaranya:
a. Teks Polos
Teks polos adalah format paling sederhana yang dapat dilihat hampir dalam setiap piranti lunak menggunakan komputer personal. Untuk beberapa device mobile format dapat dibaca menggunakan piranti lunak yang harus lebih dahulu diinstal.
b.  PDF
Format  
pdf memberikan kelebihan dalam hal format yang siap untuk dicetak. Bentuknya mirip dengan bentuk buku sebenarnya. Selain itu terdapat pula fitur pencarian, daftar isi, memuat gambar, pranala luar dan juga multimedia.
c.  JPEG
Seperti halnya format gambar lainnya, format 
JPEG memliki ukuran yang besar dibandingkan informasi teks yang dikandungnya, oleh karena itu format ini umumnya populer bukan untuk buku elektronik yang memilki banyak teks akan tetapi untuk jenis buku komik atau manga yang proporsinya lebih didominasi oleh gambar.
 d.  LIT
Format  LIT merupakan format dari Microsoft Reader yang  memungkinkan teks dalam buku elektronik disesuaikan dengan lebar layar device mobile yang digunakan untuk membacanya. Format ini memiliki kelebihan bentuk huruf yang  nyaman untuk dibaca.
e.  HTML
Dalam format 
HTML ini gambar dan teks dapat diakomodasi. Layout tulisan dan gambar dapat diatur, akan tetapi hasil dalam layar kadang tidak sesuai apabila dicetak.6 
f.  Format  Open Electronic Book Package
Format ini dikenal pula sebagai 
OPF Flip Book.OPF adalah suatu format buku elektronik yang berbasis pada XML yang dibuat oleh sistem buku elektronik. Buku elektronik dalam format ini dikenal saat Flip Books sebagai piranti lunak penyaji menampilkan buku dalam format 3D yang bisa dibuka-buka (flipping). Terdapat suatu proyek yang sedang berjalan yang berupaya agar format OPF ini dapat dibaca menggunakan penjelajah Internet standar (semisal: Mozilla, Firefox, atau Microsoft Internet Explorer), tanpa perlu adanya perlengkapan (piranti lunak, plugin) tambahan. Saat ini untuk melihat buku elektronik dalam format OPF sehingga diperoleh rasa benar-benar membuka buku (flipping experience) diperlukan piranti lunak penyaji pada sisi klien atau .pengguna.
5.     Peranan E-book Sebagai Sarana Alternatif dalam Proses Pembelajaran
Saat ini penggunaan e-book di tengah masyarakat sudah mulai populer. E-book mulai memiliki peranan di dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.
Peranan e-book yang utama adalah sebagai sarana yang menunjang dalam proses pembelajaran bagi pelajar dan masyarakat. Penggunaan e-book saat ini bahkan mulai menggantikan peranan buku cetak sebagai sarana belajar. E-book dinilai memiliki keunggulan dibandingkan sarana ajar lain seperti buku atau diktat.
Berdasarkan pada buku “Rancangan abc e-book” karya Budi Raharjo (2002:3) dan tulisan Rizky Lestari Kusuma yang berjudul “E- book di Indonesia” (http://theploop.blogspot.com)ada beberapa keunggulan e-book. Diantaranya adalah sebagai berikut.
a.          Ukuran fisik kecil
Karena e-book memiliki format digital, maka e-book dapat disimpan dalam penyimpan data (harddisk, CD-ROM, DVD) dalam format yang kompak.Puluhan, bahkan ratusan buku dapat disimpan dalam sebuah DVD sehingga tidak mengambil banyak tempat (ruangan yang besar).
b.      Mudah dibawa
Karena ukurannya yang kecil format e-book dapat dibawa dengan mudah,sementara itu membawa buku dalam format cetak sangat berat dan merepotkan.
c.       Tidak lapuk 
            E-book tidak dapat menjadi lapuk layaknya buku biasa. Format digital dari e-book 
            dapat bertahan sepanjang masa dengan kualitas yang tidak berubah.
d.         Mudah diproses
Isi dari e-book dapat dilacak dan dicari dengan mudah dan cepat. Hal ini sangat      bermanfaat bagi orang yang tengah melakukan studi literatur.
e.                     Dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak dapat membaca
Karena format e-book dapat diproses oleh komputer, maka isi dari e-book dapat “dibacakan” oleh sebuah komputer dengan menggunakan text tospeech synthesizer. Tentunya riset masih dibutuhkan untuk membuat teknologi pembacaan yang bagus. Selain untuk orang buta, pembacaan ini juga dapat digunakan oleh orang yang buta huruf. Selain itu peragaan juga dapat diset dengan menggunakan huruf (font) yang besar bagi orang yang sulit membaca dengan huruf kecil.
f.                      Penggandaan yang mudah dan murah
Untuk membuat ribuan copy dari e-book dapat dilakukan dengan murah,sementara untuk mencetak ribuan buku membutuhkan biaya yang sangat mahal.
g.          Mudah didistribusikan
Pendistribusian dapat menggunakan media elektronik seperti Internet.Pengiriman e-book dari Amerika ke Indonesia dapat dilakukan dalam hitungan menit dan memiliki biaya yang murah. Buku pun langsung dapat dibaca saat itu juga. Pengiriman buku secara fisik membutuhkan waktu yang lama (harian & bahkan mingguan) dan mahal. Belum lagi terdapat resiko buku yang hilang dalam perjalanan. Proses distribusi secara elektronik ini memungkinkan adanya perpustakaan elektronik dimana seseorang dapat meminjam buku melalui Internet (check out counter di Internet) dan buku akan “dikembalikan” setelah masa peminjaman berlalu.
h.      Lebih interaktif 
E-book memudahkan menyampaikan informasi yang interaktif. Dalam e-book  dapat ditampilkan ilustrasi multimedia, misalnya dengan animasi untuk menunjukkan poin yang ingin dibicarakan. Hal ini tidak dapat atausulit dilakukan dengan menggunakan buku yang konvensional.
i.           Mudah diperbarui
Artinya, jika terdapat bacaan versi terbaru, tinggal diunduh saja. E-book  yang lama, dapat disimpan dalam hardisk. Selain itu, e-book  ini juga mudah diakses kapan saja dan di mana saja. Jadi, kita tidak perlu khawatir jika bahan bacaan kita tertinggal di rumah karena internet memudahkan kitadalam mengakses buku elektronik tersebut kembali.
j.        Hemat kertas
Dengan e-book kegiatan administrasi yang boros seperti penggunaan kertas dapat dikurangi. Selain itu, bagi guru dan siswa di lingkungan akademik dapat menggunakan buku elektronik ini untuk berbagi ilmu. Tugas siswa berupa paper atau jurnal pun dapat dikumpulkan dalam bentuk elektronik.Tidak dapat dipungkiri, dalam beberapa hal, keberadaan buku cetak memang masih dibutuhkan. Namun, adanya buku elektronik ini, penggunan buku cetak bisa diminimalisasi.
k.                    Mengurangi dampak pemanasan global
Kita tahu bahwa buku yang biasa kita gunakan terbuat dari bubur kertas yang dihasilkan dari pengolahan batang pohon. Pohon-pohon tersebut diperoleh dengan menebang hutan. Hutan menjadi gundul dan terkadang diselingi dengan kebakaran, baik disengaja ataupun tidak. Asap yang timbul mengandung karbondioksida dan karbonmonoksida yang menjadi cikal bakal melubangnya lapisan ozon. Terjadilah pemanasan global yang meresahkan warga dunia belakangan ini. Tentu saja dampaknya akanberbeda jika kita perlahan-lahan mengurangi penggunaan buku dan beralihke buku elektronik. Hutan kita tidak banyak ditebang, ketersediaan oksigen menjadi lebih banyak, dampak pemanasan global dapat berkurang, danbumi pun lebih sehat.
Banyaknya keunggulan e-book dibandingkan sarana ajar yang lain membuat e-book kian dilirik oleh masyarakat. Maka tidak heran jika peranan e-book  pun mulai menggantikan penggunaan sarana ajar yang lain. Penggunaan e-book pun semakin mendominasi. Hadirnya teknologi e-book membawa angin segar bagi dunia pendidikan. Lahirnya e-book membawa alternatif sarana ajar baru yang dapat dipilih oleh masyarakat luas.
6.      Dampak Penggunaan E-book
Tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan e-book sebagai alternatif dalam proses pembelajaran akan membawa perubahan pada masyarakat luas. Hal ini dapat memberikan dampak dalam kehidupan masyarakat baik itu dampak positif maupun dampak negatif.
a.      Dampak Positif 
1.      Menambah pengetahuan dan wawasan
Penggunaan e-book sebagai sarana alternatif dalam proses belajar memang lebih memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi dan yang diinginkan tanpa harus berlama-lama mencari informasi dan data darimedia cetak. Hal ini tentunya lebih mempersingkat waktu dalam mencari data yang dibutuhkan. Dampak dari semakin sedikit waktu yang kitabutuhkan untuk mencari suatu informasi maka semakin banyak informasi yang dapat kita cari selama waktu yang tersisa sehingga dapat memperkaya wawasan kita.
2.      Perubahan metode ajar menjadi lebih interaktif 
Perubahan sarana ajar tentunya akan memberikan dampak bagi perubahan metode ajar. Peralihan sarana ajar dari buku cetak ke dalam e-book membuat metode ajar dalam bidang pendidikan sedikit berubah. Berbeda dengan metode ajar konvensional yang hanya menitik beratkan pada penjelasan dari guru dan buku cetak, metode ajar pengguna e-book menjadi lebih atraktif. Para pengguna e-book dapat mencari informasi yang ingin diketahui dengan cepat dan murah karena mudahnya akses e-book. Terlebih lagi format isi e-book yang lebih menarik membuat para pengguna e-book menjadi lebih dapat memahami informasi dari e-book daripada buku cetak.
3.      Menghemat pengeluaran dalam proses belajar
Tidak dapat dipungkiri bahwa banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak mengenyam dan memperoleh pendidikan yang layak adalah karenatingginya biaya yang harus dihabiskan untuk proses belajar diantaranyauntuk membayar sarana dan prasarana pendidikan. Padahal tidak semuaorang mampu membayarnya. Dengan lahirnya e-book  yang notabenenya memiliki biaya yang lebih murah dibandingkan membeli buku cetak makahal ini tentunya dapat menghemat pengeluaran yang harus dihabiskan untuk sarana ajar.
b.    Dampak Negatif 
1.      Mempengaruhi orang-orang yang terkait dalam bidang penerbitan seperti penulis, penerbit, pedagang dan konsumen buku cetak.
Jika pengguna buku cetak beralih ke e-book maka hal ini sangat berdampak pada orang-orang yang terkait dalam bidang penerbitan. Penurunan konsumsi masyarakat akan buku cetak mengakibatkan berkurangnya produksi pihak penerbitan. Jika hal ini terjadi maka akan mempengaruhi kehidupan masyarakat yang tergantung pada dunia penerbitan
2.      Tidak semua orang dapat mengakses informasi dari e-book.
Tingkat melek teknologi masih relatif belum merata di Indonesia. Konsekuensinya tidak semua orang dapat mengakses internet untuk mendownload e-book. Jika lebih banyak buku yang diterbitkan melalui e-book tanpa tersedia versi buku cetaknya, maka informasi yang terdapat didalam e-book tidak akan dapat diakses oleh masyarakat luas. Hanya kalangan yang akrab dengan internet yang dapat mengaksesnya.
3.    Berkurangnya kesenangan dalam membaca buku.
Tidak dapat dipungkiri bahwa bagi para pecinta buku, terdapat kesenangan saat membuka dan membaca setiap lembar pada buku cetak, membaca sebelum tidur, membawanya ke sekolah, ke tempat rekreasi dan kantor,atau bahkan membacanya dalam setiap kesempatan, tidak dapat dibandingkan dengan membaca buku elektronik.. Kesenangan itu tentunyaakan menghilang ketika beralihnya buku cetak ke e-book. Dalam beberapa hal peran buku elektronik sangat terbatas, contohnya tidak dengan mudah dijadikan sebagai hadiah dan kado, atau disusun rapi dalam rak buku layaknya pustaka pribadi. Mungkin saja manusia menjadi sangat akrab dengan buku cetak dan membacanya berulang kali, atau bahkan member catatan penting di sampingnya, dan hal ini tidak mungkin dilakukan terhadap buku elektronik. Hingga saat ini, mayoritas masyarakat masih sangat senang mengunjungi toko-toko buku dan mencarinya satu persatu dirak-rak buku yang tersedia
7.    Kesimpulan
Lahirnya teknologi buku elektronik atau e-book turut pula mempengaruhi dunia pendidikan. E-book  dapat menjadi sarana alternatif yang efektif dalam proses pembelajaran. Tanpa kita sadari perlahan-lahan e-book turut menggeser peranan buku cetak dalam proses belajar di masyarakat.
Penggunaan e-book memiliki banyak manfaat diantaranya e-book memiliki ukuran yang relatif kecil, mudah dibawa, mudah diproses, dan lebih interaktif. Selain itu pendistribusian dan penggandaan e-book yang relatif lebih mudah juga menjadi sisi positif dari penggunaan e-book yang mungkin dapat menjadi pertimbangan dalam menggunakan e-book sebagai sarana ajar dalam proses pembelajaran.
Tetapi disamping memberikan manfaat, penggunaan e-book pun dapat memberikan dampak dan konsekuensi bagi masyarakat luas, baik itu dampak positif maupun negatif seperti mempengaruhi para pekerja di dunia penerbitan selain itutidak meratanya masyarakat yang dapat mengakses internet menyebabkan e-book tidak dapat diakses oleh masyarakat yang mungkin tidak akrab dengan internet.

Minggu, 08 Januari 2012

laporan proposal


Abstraksi

Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran, maka keberhasilan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi  tidak hanya didukung dengan pengajaran oleh para dosen, Selain sumber belajar berupa perpustakaan yang tersedia di kampus sekarang ini berkembang teknologi internet yang memberikan kemudahan dan laluasa dalam menggali ilmu pengetahuan. Ternyata teknologi di zaman sekarang juga merupakan faktor pendukung proses pembelajaran khususnya di perguruan tinggi. Dengan terus berkembangnya teknologi informasi dan Komunikasi sekarang ini, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran, maka keberhasilan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi  tidak hanya didukung dengan pengajaran oleh para dosen, Selain sumber belajar berupa perpustakaan yang tersedia di kampus sekarang ini berkembang teknologi internet yang memberikan kemudahan dan laluasa dalam menggali ilmu pengetahuan. Ternyata teknologi di zaman sekarang juga merupakan faktor pendukung proses pembelajaran khususnya di perguruan tinggi. Dengan terus berkembangnya teknologi informasi dan Komunikasi sekarang ini, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan teknologi pendukung proses pembelajaran adalah optimalisasi fasilitas yang ada hingga dapat memudahkan proses pembelajaran 

C. Pembatasan Masalah
Meskipun banyak permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar dalam proses pembelajaran, namun dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah teknologi sebagai pendukung pembelajaran

D. Perumusan Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1.       Apakah fasilitas teknologi di perguruan tinggi mendukung mahasiswa dalam kegiatan belajar?
2.       Alasan apa yang memotivasi mahasiswa memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar?
3.       Faktor apa sajakah yang mendukung dan menghambat mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar ?

E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
  1. Alasan yang memotivasi mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar
  2. Faktor –faktor yang mendukung dan menghambat mahasiswa memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar
F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
a.      Bagi mahasiswa, untuk lebih meningkatkan pemanfaatan teknologi internet sebagai sumber belajar, sehingga mempercepat masa studinya.
b.      Bagi program studi, sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan program kerja yang berkaitan dengan fasilitas sumber belajar.
c.       Bagi peneliti, sebagai dorongan untuk lebih meningkatkan penguasaan teknologi informasi sehingga dapat memperbaiki kemampuan dalam mengajar.
BAB II 

A. Landasan Teori
Penggunaan dan pemanfaatan teknologi informatika (IT) di perguruan tinggi saat ini semakin ramai, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya pengakuan dari sejumlah perguruan tinggi yang menyebutkan bahwa sudah memanfaatkan IT melalui pengadaan Information Communication Technology (ICT) disertai dengan sejumlah implementasinya dalam proses pendidikan reguler. Interaksi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media komputer, internet, e-mail, dsb.

B. Hipotesis
e-Learning adalah pembelajaran yang memerlukan alat bantu elektronika. Bisa berupa technology base learning seperti audio dan video atau web-base learning (dengan bantuan perangkat computer dan internet). Dengan demikian maka e-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satellite atau komputer.
 
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
Hari                 : Selasa
Tanggal            : 20 Desember 2011
Tempat             : Depok
B. Metode Penelitian yang digunakan
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka yang mencari informasi tambahan melalui internet dan buku.

C. Teknik analisis Data
Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi dan persentase.
 
HALAMAN PENGESAHAN

Demikianlah proposal ini kami susun sebagai bentuk rencana pelaksanaan program penelitian Faktor Pendukung Teknologi di Perguruan Tinggi.

    Penyusun:

Irfan Rizkiansyah



Mengetahui/ Menyetujui

Rektor Universitas Gunadarma                                              Dosen B.Indonesia


Prof. Dr. E.S. Margianti, SE., MM                                         Sangsang Sangabakti



Daftar Pustaka

Rabu, 04 Januari 2012

Pengolahan Citra

Pemanfaatan Pengolahan Citra dan Ilmu Grafik Komputer

Pengolahan citra adalah mengolah representasi atau tiruan dari suatu benda atau objek. Ilmu grafik komputer adalah salah satu ilmu komputer dalam bidang pembuatan data seperti gambar, grafik, diagram, dan sejenisnya. Perbedaan antara grafik komputer dengan pengolahan citra adalah dalam pengolahan citra, gambar input kedalam proses pengolahan citra sudah tersedia, sedangkan pada grafik komputer dilakukan proses untuk menciptakan gambar dari awal.

Citra dibagi menjadi dua, yaitu citra analog dan citra digital. Citra analog adalah citra yang dihasilkan sinyal continue, misalnya foto yang dicetak di kertas foto, citra yang tampil di layar TV, citra yang dihasilkan oleh CT-scan, citra yang tersimpan dalam pita kaset, dll. Sedangkan citra digital adalah citra yang bisa diolah langsung oleh komputer dan tersimpan dalam media simpan digital misalnya memory, harddisk, CD, dll. Contoh dari citra digital ini adalah foto yang dihasilkan oleh kamera digital, citra yang dihasilkan oleh scanner, dll.
Citra digital dibentuk dari pixel-pixel yang tergabung dalam satu kesatuan yang membentuk sebuah citra yang hanya dapat dibuka dengan komputerisasi. Tingkatan pengolahan citra digital :
1. Operasi titik
Operasi tingkat titik adalah operasi dimana hasil proses dari suatu titik tidak tergantung oleh titik-titik tetangganya atau dengan kata lain tergantung pada titik itu sendiri. Operasi biasanya digunakan untuk kecerahan (brightness), kontras, negasi, mengubah citra warna menjadi greyscale, dan tresholding.

2. Operasi tingkat lokal
Operasi dimana hasil proses dari suatu titik tergantung oleh titik-titik tetangganya atau dengan kata lain tergantung pada titik itu sendiri. Contoh dari operasi ini misalnya konvolusi, deteksi tepi, penghalusan citra, penajaman citra, pengurangan noise, dan efek timbul (emboss).

3. Operasi tingkat global
Pada operasi ini semua bagian citra diperhitungkan sehingga hasilnya tergantung pada karakteristik citra secara global. Operasi ini misalnya digunakan untuk menyamakan histogram.

4. Operasi tingkat objek
Pada operasi ini karakterisitik citra yang meliputi ukuran, bentuk, dan intensitas rata-rata dihitung untuk mengenali objek yang akan diproses

Pemanfaatan pengolahan citra sangat banyak dalam berbagai bidang diantaranya bidang seni fotografi, kedokteran, dan keamanan.
-Seni fotografi ilmu grafik komputer merupakan ilmu wajib karena langsung berhubungan dengan editing foto atau seni dalam mengolah foto tersebut.
-Dalam ilmu kedokteran contohnya seperti penerapan x-ray.
-Dalam bidang keamanan seperti pendeteksi sidik jari atau fingerprint.

Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition)

Bagian dari grafika komputer meliputi:
Geometri: mempelajari cara menggambarkan permukaan bidang
Animasi: mempelajari cara menggambarkan dan memanipulasi gerakan
Rendering: mempelajari algoritma untuk menampilkan efek cahaya
Citra (Imaging): mempelajari cara pengambilan dan penyuntingan gambar

Adapun Manfaat Ilmu Grafik Komputer adalah :
- Menciptakan suatu gambar berdasarkan deskripsi obyek maupun latar belakang yang terkandung pada gambar tersebut.
- Merupakan teknik untuk membuat gambar obyek sesuai dengan obyek tersebut di alam nyata (realism).
- Bertujuan menghasilkan gambar/citra (lebih tepat disebut grafik/picture) dengan primitif-primitif geometri seperti garis, lingkaran, dsb.
- Primitif-primitif geometri tersebut memerlukan data deskriptif untuk melukis elemen-elemen gambar. Data deskriptif : koordinat titik, panjang garis, jari-jari lingkaran, tebal garis, warna, dsb.
- Grafika komputer berperan dalam visualisasi dan virtual reality.
 

Senin, 19 Desember 2011

PROPOSAL


FAKTOR PENDUKUNG TEKNOLOGI DI PERGURUAN TINGGI

BAB I PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

Seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran, maka keberhasilan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi  tidak hanya didukung dengan pengajaran oleh para dosen, Selain sumber belajar berupa perpustakaan yang tersedia di kampus sekarang ini berkembang teknologi internet yang memberikan kemudahan dan laluasa dalam menggali ilmu pengetahuan. Ternyata teknologi di zaman sekarang juga merupakan factor pendukung proses pembelajaran khususnya di perguruan tinggi. Dengan terus berkembangnya teknologi informasi dan Komunikasi sekarang ini, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran.



B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan teknologi pendukung proses pembelajaran adalah optimalisasi fasilitas yang ada hingga dapat memudahkan proses pembelajaran 


C. Pembatasan Masalah

Meskipun banyak permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber belajar dalam proses pembelajaran, namun dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah teknologi sebagai pendukung pembelajaran


D. Perumusan Masalah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

1.       Apakah fasilitas teknologi di perguruan tinggi mendukung mahasiswa dalam kegiatan belajar?

2.       Alasan apa yang memotivasi mahasiswa memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar?

3.       Faktor apa sajakah yang mendukung dan menghambat mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar ?



E. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :

  1. Alasan yang memotivasi mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar
  2. faktor –faktor yang mendukung dan menghambat mahasiswa memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar



F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :

a.      Bagi mahasiswa, untuk lebih meningkatkan pemanfaatan teknologi internet sebagai sumber belajar, sehingga mempercepat masa studinya.

b.      Bagi program studi, sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan dan program kerja yang berkaitan dengan fasilitas sumber belajar.

c.       Bagi peneliti, sebagai dorongan untuk lebih meningkatkan penguasaan teknologi informasi sehingga dapat memperbaiki kemampuan dalam mengajar.




BAB II 



A. Landasan Teori

Penggunaan dan pemanfaatan teknologi informatika (IT) di perguruan tinggi saat ini semakin ramai, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya pengakuan dari sejumlah perguruan tinggi yang menyebutkan bahwa sudah memanfaatkan IT melalui pengadaan Information Communication Technology (ICT) disertai dengan sejumlah implementasinya dalam proses pendidikan reguler. Interaksi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media komputer, internet, e-mail, dsb.



B. Hipotesis

e-Learning adalah pembelajaran yang memerlukan alat bantu elektronika. Bisa berupa technology base learning seperti audio dan video atau web-base learning (dengan bantuan perangkat computer dan internet). Dengan demikian maka e-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satellite atau komputer.



BAB III METODOLOGI PENELITIAN



A. Tempat dan Waktu Penelitian

Hari                 : Selasa

Tanggal            : 20 Desember 2011

Tempat             : Depok
B. Metode Penelitian yang digunakan

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka yang mencari informasi tambahan melalui internet dan buku.


C. Teknik analisis Data

Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi dan persentase.